Kamis, 22 November 2012

JARINGAN KOMPUTER


 JARINGAN KOMPUTER






Referensi adalah acuan yang digunakan dalam membuat sebuah rancangan jaringan. sedangkan arsitektur adalah desain atau rancangan sebuah jaringan yang di buat

Pengertian Jaringan Komputer
Pengertian dari jaringan computer menurut beberapa sumber adalah:

“an interconnected collection of autonomous computers”
interconnected = able to exchange information
“a set of nodes connected by media links”
node = any device capable of sending &/or receiving data to &/or from other nodes in the network
“a connected collection of hardware and software that permits information exchange and resource sharing”
information = data, text, audio, video, images, …
resources = printers, memory, link bandwidth, ...

dari pemaparan beberapa devinisi mengenai jaringan computer dapat kita simpulkan :
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, alat cetak/printer, dan peralatan lainnya yang saling terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan.

dalam sebuah jaringan komputer memiliki beberapa komponen yang harus ada untuk dapat membentuk sebuah komunikasi antar node/komputerd. Berikut ini adalah komponen dari jaringan computer:
1.       Message
2.       Sender
3.       Receiver
4.       Medium
5.       Protocol


C.      Jelaskan beda arsitektur fisik dan logic
Arsitektur fisik adalah sebuat perancangan jaringan dilihat dari segi topologi secara fisik. Sedangkan arsitektur logic adalah desain dari suatu jaringan berdasarkan gambaran bagaimana hubungan-hubungan secara logika yang terjadi antar masing-masing komputer dalam jaringan.

D.      Jelaskan arsitektur fisik jaringan computer dterbagi:
a.       Berdasarkan fungsi
b.      Berdasarkan skala
c.       Berdasarkan topologi
Topologi  menggambarkan  struktur  dari  suatu  jaringan  atau  bagaimana  sebuah jaringan didesain. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data. Dalam definisi topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logik (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses oleh host.
Adapun  topologi  fisik  yang  umum  digunakan  dalam  membangun  sebuah jaringan adalah :

d.      Berdasarkan media


Beberapa bentuk arsitektur dan topologi logik yang telah ada diantaranya adalah ArcNET, Ethernet, Token Ring, FDDI dan sebagainya. Masih banyak arsitektur lainnya, sebagiannya ditinggalkan tetapi ada juga yang tetap terus dikembangkan. Dari sekian banyak arsitektur tersebut, yang paling umum dikenal dan banyak digunakan adalah arsitektur/topologi Ethernet.

a.    Topologi Broadcast
Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.

b.    Topologi Token Passing
Mengatur pengiriman data pada host melalui media dengan menggunakan token yang secara teratur berputar pada seluruh host. Host hanya dapat mengirimkan data hanya jika host tersebut memiliki token. Dengan token ini, collision dapat dicegah.

c.       Arsitektur Ethernet

Pengertian Ethernet
Ethernet merupakan jenis perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang  dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.
Ethernet merupakan sebuah teknologi yang sudah dikenal oleh masyarakat luas sebagai interface yang digunakan untuk konektivitas perangkat komputer maupun laptop, hampir di setiap jaringan LAN (Local Area Network)di seluruh dunia.
Selain karena harganya terjangkau, teknologi Ethernet sangat mudah diadaptasi oleh perangkat seperti modem, printer, scanner, faksimile, VoIP phone, serta perangkat teknologi informasi lainnya. Sejalan dengan perkembangan teknologi dan senakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan komunikasi data, teknologi Ethernet juga digunakan sebagai interface dari layanan broadband data comunication, yang lebih dikenal dengan nama Metro Ethernet.


d.      Arsitektur FDDI

FDDI menggunakan kabel fiber optik yang bekerja berdasarkan 2 buah ring konsentris dengan kecepatan 100Mbps. Salah satu ring bisa berfungsi sebagai backup apabila ring yang lainnya atau node (komputer) lain terputus atau tidak beroperasi.
Jaringan dengan arsitektur ini memerlukan biaya yang cukup mahal; sehingga kurang cocok untuk membangun jaringan komputer yang sederhana seperti di rumah atau di kantor-kantor kecil.




e.      Arsitektur ATM

Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah teknologi switching danmultiplexing, dimaksudkan untuk memindahkan berbagai jenis trafik (data,suara, video, audio) dengan cepat dan efisien. Circuit switching umumnyamensyaratkan bahwa paket di set ke posisi dalam frame berulang, misalnyasinkron dalam waktu, langkah, sesuai dengan aplikasi dan / atau jam jaringan.transmisi Asynchronous memungkinkan sel-sel yang akan diposisikan di manasaja dalam data stream. ATM saat ini memiliki kecepatan 155Mbps (OC-3port), 622Mbps (OC-12 port), 1,2 Gbps dan 2,5 Gbps. Karena sel-sel tetapdalam panjang (53 oktet atau byte) daripada variabel seperti frame Ethernet,mereka dapat diaktifkan pada perangkat keras daripada perangkat lunak danini mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi dari yang dapat dicapai olehEthernet, Token Ring dan FDDI.
ATM sangat fleksibel dan memungkinkan berbagai jenis media sepertisuara, video, file data transmisi dll, masing- masing dikelola oleh jaringansecara berbeda video, misalnya bisa sangat rentan terhadap penurunanmendadak dalam performa jaringan seperti kecepatan video yang bervariasisangat mengganggu. ATM memungkinkan sirkuit dengan bandwidth terjamindan persyaratan yang berbeda yang akan dibentuk secara bersamaanLayanan. Kualitas (QoS) dapat diatur dan ditetapkan pada tahap koneksimenggunakan parameter seperti delay, jitter delay dan tingkat kesalahanberdasarkan aplikasi dan negara jaringan pada saat koneksi.


Faktor – faktor yang perlu mendapat pertimbangan untuk pemilihan topologi adalah sebagai berikut :
·         Biaya
                   Sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan dalam organisasi.
·         Kecepatan
                   Sampai sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan dalam sistem.
·         Lingkungan
                   Misalnya listrik atau faktor – faktor lingkungan yang lain, yang berpengaruh pada jenis                   
                   perangkat keras yang               digunakan.
·         Ukuran
·         Sampai seberapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan memerlukan file server atau sejumlah server khusus.
Konektivitas
                   Apakah  pemakai  yang  lain  yang  menggunakan  komputer  laptop  perlu mengakses jaringan                    
                   dari berbagai lokasi

                   Workstation
Dalam istilah jaringan maka workstation sebenarnya adalah node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer tersebut dapat merupakan sistem komputer yang paling sederhana yaitu PC atau dapat juga suatu sistem komputer yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe. User atau pemakai berhubungan dengan jaringan melalui workstation dan juga saling berkomunikasi seperti saling bertukar data. User juga melaksanakan (run) program aplikasi pada workstation. Program tersebut dapat bekerja tersendiri di workstation tersebut (stand-alone) atau dapat juga menggunakan jaringan, misalnya untuk saling berbagi informasi dengan workstation atau user lain.

Server
Server Sesuai dengan namanya ini adalah hardware atau perangkat keras yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut. Software yang mengelola jaringan berjalan (run) pada server. Pada umumnya sumber daya (resources) seperti misalnya printer, disk, plotter, dan sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server. Bergantung pada jenis pelayanan yang dikehendaki maka dikenal antara lain
·         Disk server,
·         File server, yaitu disk storage digunakan secara bersama oleh beberapa workstation.
·         Print server
Print server, yaitu printer digunakan secara bersama. Perlu diperhatikan bahwa suatu server seringkali dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus. Server dapat berupa sistem komputer yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut, sehingga ia tidak dapat digunakan sebagai workstation, karena baik secara hardware maupun software ia berfungsi mengelola jaringan. Tetapi ada juga server yang sebenarnya berupa workstation dengan disk drive yang cukup besar kapasitasnya. Dalam hal ini server tersebut dapat digunakan juga sebagai workstation oleh si user/pemakai. Client Sebuah workstation umumnya berfungsi sebagai client dari suatu server, karena memang workstation akan menggunakan fasilitas yang diberikan oleh suatu server. Jadi server yang melayani, sedangkan client yang dilayani. Baik server maupun client dalam jaringan dikenal sebagai node.

LINK (Hubungan)
Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi yang umumnya berupa kabel. Adapun beberapa contoh dari link adalah:
  1. Kabel Twisted Pair
    Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair dan Unshielded Twisted Pair(UTP)
    Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon Relatif murah
    Jarak yang pendek
    Mudah terpengaruh oleh gangguan Kecepatan data yang dapat didukung terbatas, 10-16 Mbps
  2. Kabel Coaxial
    Umumnya digunakan pada televisi
    Jarak yang relatif lebih jauh
    Kecepatan pengiriman data lebih tinggi di banding Twisted Pair,
    30 Mbps
    Harga yang relatif tidak mahal
    Ukurannya lebih besar dari Twisted Pair
  3. Kabel Fiber Optic
    Jarak yang jauh
    Kecepatan data yang tinggi, 100 Mbps
    Ukuran yang relatif kecil
    Sulit dipengaruhi gangguan
    Harga yang relatif masih mahal
    Instalasi yang relatif sulit
  4. UTP
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus. Dalam kabel UTP, terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti kabel Shielded Twisted-pair (STP), insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik.

RJ – 45 Connector
seperti yang kita ketahui ujung konektor dari kabel CAT - 5 atau yang biasa kita sebut dengan RJ-45 connector. Bagian inilah yang menghubungkan antara kabel dengan port network(network device)

Untuk memasukan ujung kabel dengan connector RJ-45 terdapat dua standar penyusunan kabel yaitu 568A dan 568B
Berikut ini adalah susunannya:
Standar Pengkabelan 568a
jika kiata mengikuti standar pengkabelan 568A, kita harus menyusun kabel seperti berikut ini:
·         Striped hijau
·         Hijau
·         Striped orange
·         Biru
·         Striped biru
·         Orange
·         Striped coklat
·         Coklat

Standar Pengkabelan 568B
Jika kita menggunakan standar pengkabelan568B kita harus menyusun kabel dengan urutan sebagai berikut ini:
·         Striped orange
·         Orange
·         Striped hijau
·         Biru
·         Striped biru
·         Hijau
·         Striped coklat
·         Coklat


Cara merangkai kabel UTP
1.      Sediakan kabel UTP dengan kualitas yang baik. Pastikan kabel yang digunakna dalam keadaan baik.
2.      Pada ujung kabel hitunglah beberapa sekitar ½ inchi dari ujung untuk membuat batas pengelupasan jaket dari kabel tersebut.
3.      Kelupas jaket dari kabel tersebut dengan hati-hati sampai batas yang telah ditentukan sebelumnya.
4.      Setelah terbuka akan tampak pilinan-pilinan kabel berwarna-warni. Selanjutnya pilinan kabel tersebut kita luruskan dan susun sesuai susunan standar yang akan kita gunakan 568A atau 568B.
5.      Setelah itu masukan ujung kabel yang telah diluruskan tadi kedalam connector RJ-45 yang telah disediakan. Masukan dengan hati-hati sesuai dengan susunan kabel pada standar yang digunakan. Pastikan ujung-ujungnya mengenai ujung pin pada RJ-45.
6.      Setelah siap , connector tersebut kita crimping menggunakan crimping tools
7.      Setelah kedua ujung di pasang connector, selanjut nya kita cek menggunakan LAN Tester

Network Interface Card (NIC)
Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan ataupun tranceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang dirancang khusus untuk menangani network protocol yang dikenal dengan Network Interface Card (NIC).

Software Network
Software ini sangat penting dan mutlak, karena tanpa software maka jaringan tersebut tidak akan berfungsi sehingga workstation dan server tidak dapat bekerja sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan sistem komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain. Bagus tidaknya suatu LAN sangat ditentukan oleh bagus tidaknya software yang mengelola jaringan tersebut.